GTA138 – AI PC memang jadi topik hangat di tahun 2024, tapi apakah teknologi ini sudah benar-benar memenuhi ekspektasi? Menurut laporan terbaru dari TrendForce, kenyataannya masih jauh dari itu. Meskipun penjualan laptop meningkat signifikan tahun ini, alasan utamanya bukan fitur AI canggih, melainkan dorongan untuk upgrade ke Windows 11 karena masa dukungan untuk Windows 10 yang hampir habis.
Laptop dengan fitur AI, seperti Copilot+ PC yang punya Neural Processing Unit (NPU) untuk menjalankan tugas AI secara lokal, belum jadi daya tarik utama pasar. Laptop ini lebih menyasar segmen premium dengan harga mulai dari $999. Di sisi lain, pasar konsumen lebih didominasi model entry-level yang harganya ramah di kantong.
Sebagian besar konsumen membeli laptop baru bukan karena fitur AI, melainkan untuk memenuhi syarat Windows 11, seperti dukungan TPM 2.0. Banyak perangkat lama yang tidak kompatibel dengan Windows 11, sehingga mendorong pembelian laptop baru yang lebih terjangkau dan sederhana.
Manfaatnya Kurang Jelas untuk Pengguna Biasa: Sebagian besar orang masih mengandalkan AI berbasis cloud seperti ChatGPT, jadi mereka merasa belum perlu upgrade ke perangkat AI lokal.
Fitur AI yang Terlambat Rilis: Alat andalan seperti Recall yang jadi fitur utama Copilot+ PC tertunda peluncurannya, membuat daya tarik awalnya berkurang.
Harga Tinggi: Harga laptop AI yang mahal membuat konsumen lebih memilih laptop biasa yang lebih sesuai dengan anggaran mereka.
Meskipun AI PC belum jadi tren besar, pasar laptop global diprediksi tumbuh 4,9% pada 2025, dengan pengiriman mencapai 183 juta unit. Namun, pertumbuhan ini lebih disebabkan oleh migrasi ke Windows 11 daripada inovasi AI.
Supaya AI PC bisa diterima lebih luas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Harga Lebih Terjangkau: Jika komponen AI semakin murah, konsumen dengan anggaran terbatas mungkin akan tertarik.
Optimasi Software: Adopsi lebih luas akan terjadi jika software benar-benar memanfaatkan NPU, sehingga memberikan manfaat nyata seperti peningkatan efisiensi.
Kesadaran Konsumen: Brand perlu menjelaskan dengan jelas bagaimana AI PC bisa mempermudah kehidupan sehari-hari, bukan hanya untuk profesional.
Dorongan untuk menghadirkan AI PC menunjukkan adanya jarak antara inovasi teknologi dan kebutuhan nyata konsumen. Sementara industri fokus pada fitur canggih, konsumen lebih mengutamakan fungsi dasar dan harga terjangkau.
Seiring berkembangnya teknologi AI dan terus meningkatnya adopsi Windows 11, mungkin AI PC akhirnya akan menjadi pilihan mainstream. Tapi, sampai saat itu tiba, konsumen tetap akan memilih laptop yang sesuai kebutuhan mereka tanpa embel-embel fitur yang belum mereka perlukan.
Para pemain Crimson Desert telah menemukan trik dalam game yang memungkinkan mereka menggunakan pohon sebagai…
Boom game santai tampaknya tak kunjung mereda di Steam, dan sebuah judul indie baru akan…
Artikel ini diperbarui oleh Andrea Trama pada 19 Maret 2026, yang menyebutkan sanksi yang dijatuhkan…
Cyberpunk 2077 akan menghadirkan game balap arcade baru berjudul Cyberpunk 2077: Chrome Rush pada tahun…
Para penggemar World of Warcraft Classic dapat memperoleh mount Voidfeather Dragonhawk dengan menyelesaikan skenario pengantar…
Seorang pemain Pokémon FireRed berhasil mencatatkan prestasi yang sangat mengesankan, yaitu mengalahkan Elite 4 dalam…